Jakarta Aliff Syukri Kamarzaman, entrepreneur kosmetik terkenal asal Malaysia, sedang jadi pembicaraan. Kritikan keras dari warganet tertuju kepadanya sebab dia memukul putrinya dengan rotan.

Qadejah, sang putri sampai alami luka di punggung serta kesakitan. Ini didapati sebab Aliff mengupload video waktu menyembuhkan Qadejah. Dalam video itu terlihat Aliff memberi obat di luka punggung sang putri.

Dalam info video itu, Aliff membuka jika dia memukul Qadejah dengan rotan sebab sang putri buka jilbab di muka pria yang tidak dikenalnya. Walau sebenarnya umur sang putri masih 9 tahun

Jadi seseorang ayah, Aliff rasakan memiliki hak untuk mendidik putrinya dengan keras sebab buka aurat.

“Hari ni abah rotan cess karena abah nak ces faham erti maruah seseorang wanita…..qadejah ni ada satu habit kadang2 ia membuka tudungje depan lelaki yg x kenal…mungkin ia x faham karena ia kecik tetapi dari kecik ni saya terkena didik la agar dia paham batas2 …tutup aurat,” tulisnya.

Dipandang Menyiksa Anak
Video itu membuat Alif dihujani dengan komentar pedas. Dia dipandang lakukan kekerasan pada anak sampai terluka.

Masalahnya Qadejah berumur 9 tahun, serta masih belajar untuk kenakan jilbab.

Seperti komentar account @dyafarezah yang menulis “Rotan kat kaki dato. Ia wanita, jgn ajar ia berkasar langkah tu. Sian pulak lihat”.

Ada juga komentar dari account @tyrakmrzmn yang menulis “so you objectifying women to gain personal penghasilan is fine, but then here you are talking about “maruah wanita” and using it as a reason to abuse your child. walk your damn talk”.

Komentar lain menyikapi sikap Aliff yang sering bersentuhan dengan wanita non muhrim. Yakni komentar dari account @zamsiahmuttalib yang menulis

“tpi datuk kna tahu batas2 dato.pegang2 tangan dgn muhrim dgn bibi2 dato dgn artis2 wanita .ces budak lgi kita bisa trima maafkan ia tpi bagaimana dgn dato??”.

Menghujami si Kecil dengan Rotan, Entrepreneur Malaysia Dipandang Siksa Anak
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *